Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
HomeMyspace Comments, Glitter Graphics at GlitterYourWay.com Aug 9, 2007
zwani.com myspace graphic comments
Islam Graphic Comments
 

Assalammu'alaikum Wr. Wb.
  My name is Agnesia and you can call me Usi or Uzie. I have 3 childrens; Adnan (14.5yrs ), Aisha (12.5yrs) , and Arshad (6 yrs).

Formal Education Institution :
1. Telkom School of Engineering, Bandung, West Java, Indonesia with Field of study Telecommunication Engineering. Date of attend : 1992 -1996
2. Telkom School of Engineering, Bandung, West Java, Indonesia for Post Graduate study with Field of study Telecommunication Engineering. Date of attend : September 2004 - March 3, 2006.

I just an ordinary woman that trying to do my best. I love traveling with my husband & family. Sometimes I cook for family, usually in the week-end & holiday. I love Padang food, my home town famous food, but I can eat any kind of food. I want to share some of my feeling & opinions with all of you. Hope you'll also give me some feed backs that will improve our life. I'm always happy to read comments, corrections and suggested additions to this site, but I regret that sometimes I don't have time to update regularly my site.

For getting know more about me & read all of my blogs, you need to be my contact first.

May Allah bless us in every aspect of our life. May we contribute the very best of our surrounding and together we achieve success in our life, mind, and healthy.



Blog EntryFeb 3, '12 6:36 AM
for everyone
Sahabat-sahabat MP,
Lama ndak bercerita jadi kangen .....gak tau apa sahabat-sahabat kangen dengan saya :-) Mudah-mudahan bisa jadi pengobat rindu ya....tapi kalo gak , juga gak pa-pa anggap aja hal yg gak penting gitu lho...

Sebelumnya saya pernah bercerita tentang pekerjaan saya di laboratorium transmisi,bidang R&D of Infrastucture.... nah, semenjak 1 Agustus 2011 yang lalu saya pindah ke laboratorium industrial partnership yang masih di bawah Research & Development Center. Jika ditanya bagaimana perasaan saya ? makanya saya belum bisa cerita saat itu, karena perlu waktu yang cukup lama untuk menata hati dan menyesuaikan diri di lingkungan baru lagi. Meski masih di satu divisi namun tetap saja saya merasa new comer pas awal-awalnya. Saat itu saya dalam hati sempat bertanya-tanya, apa salah dan dosa saya sehingga dipindah tanpa ada konseling atau komunikasi lainnya. Apalagi saya merasa ikut berperan di dalam banyak program di lab saat itu. Salah satu proyek besar yang saya pegang yakni Kerjasama dengan Kemenkominfo dalam penyusunan Dokumen Master Plan dan Guideline untuk Implementasi ASEAN Internet Exchange. (AIX) Berat sekali meninggalkan semua hal yang sudah sangat familiar dalam ilmu dan pekerjaan, but the show must go on...saya harus berhenti meratapi nasib dan maju terus untuk tetap berkarya. Saya tutup semua lembaran lama dan dengan tegar siap membuka lembaran baru. Di laboratorium Industrial Partnership, saya ikut serta dalam program pengembangan dan perencanaan komunitas. Suatu ilmu yang jauh berbeda dengan 14 tahun yang sudah lama saya tekuni, yakni teknologi transport network khususnya teknologi jaringan optik. Namun manusia harus bisa belajar dan menggali potensi diri, tentunya dengan tekad bahwa saya harus bermanfaat bagi lingkungan di mana saja saya berada. Dengan Bismillah saya melangkah siap untuk maju.....

Alhamdulillah lingkungan baru juga sangat welcome kepada saya. Rekan dan bos yang ramah dan baik juga sangat membuat saya merasa hommy di laboratorium baru. Tidak terasa sekarang sudah 6 bulan saya bergabung. Terimakasih untuk semuanya ....hanya Tuhan Yang Maha Kuasa yang bisa membalas jasa dan amal baik rekan semua ....

Bagaimana hubungan saya dengan rekan kerja lama? Alhamdulillah baik-baik saja dan syukurlah mereka juga siap membantu dan bekerjasama dalam mensukseskan program kerja antar lab yang beririsan antara lab saya sekarang yang baru dengan lab lama.

Sekali lagi terimakasih untuk semuanya....Rasa syukur dan terimakasih yang tak terhingga kepada Allah SWT yang mengatur semuanya ini ....



Dear sahabat-sahabat MP dimana saja berada,

Sudah lama sekali saya tidak melakukan update di blog ini. Kalo ditanya alasannya, beribu alasan tapi sebetulnya pernah berkali-kali saya nyaris menuangkan tulisan namun akhirnya batal jua karena ada deadline pekerjaan yang perlu didahulukan.

Rasa kangen menulis di blog muncul lagi setelah minggu lalu saya tiba-tiba saja menuangkan ide di kantor untuk membuat newsletter bagi Bandung Digital Valley. Ide ini berawal dari pekerjaan saya yang selalu membuat report untuk segala aktifitas di Bandung Digital Valley terkait dengan penyelenggaraan event, peluang kerjasama, rapat dengan calon mitra/tenant/member dan lainnya. Nah manfaat paling utama yang bisa saya sampaikan, ternyata kebiasaan menulis blog dulu...sekali di MP atau di tempat lainnya ..sangat membantu saya di bidang pekerjaan saya. Tentunya selama 15 tahun saya berkecimpung di dunia riset dan pengembangan juga banyak mengasah saya untuk menulis dan menuangkan ide-ide, melaporkan, dan menyusun kajian. Bisa dibilang latihan yang kontinu deh....akhirnya muncullah newsletter Bandung Digital Valley edisi pertama yang sudah didistribusikan untuk kalangan internal di lokasi kerja saya. Doain ya agar saya bisa berkontribusi lebih banyak lagi untuk bangsa dan negara tercinta ini.

Noteyang mau tau tentang windows azure platform bisa gabung di http://blogs.msdn.com/b/indonesia/archive/2012/02/01/microsoft-techdays-get-ready-for-windows-azure-platform-today.aspxFeb 3, '12 2:43 AM
for everyone

NoteBagi yang di Bandung dan belum tau mau ngapain, bisa gabung di event http://msdn.microsoft.com/id-id/hh801940Feb 3, '12 2:42 AM
for everyone

Blog EntryFeb 3, '12 12:59 AM
for everyone
Saat ini di kantorku ada program baru yakni pengembangan komunitas ICT Nasional yang disediakan lokasi untuk komunitasnya di lantai-4, Menara TELKOM RDC. Salah satu tujuan dibangunnya pusat atau fasilitas pengembangan Bandung Digital Valley (BDV), diharapkan dapat melahirkan teknopreneur-teknopreneur yang handal. Bandung Digital Valley (BDV) adalah adalah fasilitas yang disiapkan oleh TELKOM bagi para pengembang aplikasi (digital) agar dapat berkiprah dan juga sebagai inkubator inovasi segala aplikasi digital di Indonesia.


Bandung Digital Valley diresmikan pada tanggal 20 Desember 2011 yang lalu, oleh Dirut TELKOM  RInaldi Firmansyah dan industry teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Indonesia menyaksikan sebuah langkah maju yang dipelopori oleh PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TELKOM) ini.
Bandung Digital Valley berlokasi di Kampus TELKOM RDC Geger Kalong dengan luas berkisar 3 ha, pada Gedung RDC lantai 4. Tempat inkubasi ini memiliki kemampuan kapasitas daya tampung sebanyak 100 developers dengan luas ruangan 1200 meter persegi yang akan menjadi environment ideal dan nyaman bagi para pengembang untuk melakukan ideation, kreasi dan inovasi berbagai solusi ICT. Adapun fasilitas yang disediakan pada BANDUNG DIGITAL VALLEY ini antara lain adalah ruangan gadget tempat melakukan test aplikasi dan konten sekaligus mendemokan hasil-hasil solusi yang dikembangkan untuk merasakan customer experience. Creative Corner tempat para personil melakukan pengembangan solusi aplikasi dan konten, meeting room sebagai tempat untuk melakukan temu partners, sharing knowledge dll, longue untuk melakukan informal meeting, diskusi serta cafe corner yang nyaman dengan suasana yang diharapkan dapat menumbuhkan ide-ide kreatif para developers. Pusat inkubasi ini, juga didukung oleh perangkat server sebagai penunjang inkubator solusi aplikasi dan konten. Laboratorium Industrial Partnership pada tahun 2012 dipercaya sebagai Pengelolaan Bandung Digital valley. Terdapat aktifitas pengembangan komunitas melalui program akademik, workshop, training, disamping program gebyar untuk lomba aplikasi serta pelaksanaan inkubasi bagi start-up company. Salam pengelolaan Bandung Digital Valley, kantorku bekerjasama dengan Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan KOmunikasi Indonesia (MIKTI) untuk bersama-sama mengembangkan industri kreatif TIK di Indonesia.






Blog EntrySep 6, '10 10:00 AM
for everyone
Dengan adanya perubahan nama-nama hotel yg akan kami singgahi di Eropa, berikut list hotel terbaru;
1. Amsterdam
Park Plaza Amsterdam Airport Melbounestraat 1, NL 1175 RM Lijnden.

2. Brussel
Scandic Hotel
LtLippenslaan 66, B-2140 Antwerp

3. Paris
Balladins Hotel, 1 Rue Alexis De Tocqueville, F-92160 Antony, Paris

4. Lucerene (Lakeside), Swiss
Sterne Am See Hotel, Buochserstrasse 54, CH-6375 Beckenried, Swiszerland

5.Pisa, Italy
Dei Cavalieri Pisa Pontedera, Area Di Sevizio Di Gello Est I-56025, Pontedera

6. Roma, Italy
Melia Aurelia Antica Hotel, Via Degli Aldobrandeschi 223 1-00163 Roma

7. Milan, Italy
Holiday Inn Milan, Via Lorenteggio 278 1-20152 Milan



---ditulis dengan menggunakan akses wifi gratis di Pura Lounge, Terminal 2 D, Sutta

Finally, setelah counting down  selama hampir 40 hari , Alhamdulillah sp jua di hari H yakni agenda keberangkatan kami ke Eropa. Dari kontak via agen Interlink & Tour Leader kami, Mr. Ache. Liang, ada beberapa finishing touch di tour list. Pertama lokasi meeting point yg tdnya di Terminal 2E pindah ke 2D. Perubahan penerbangan dr Turkish Airlines ke Emirate dr Jkt - Dubai - dusseldorf Germany. Yippie... jd nambah satu kota yg disinggahi deh. Dusseldorf airport berjarak sekitar 140 mile ke Amsterdam atau 2 ja$ 20menit ditempuh dgn mobil. Hotel yg akan disinggahi di Amsterdam jg berubah ke Park Plaza Amsterdam Airport Melbournesraat 1, NL 1175 RM Lijnden, Telp 31-20-655 1000, Fax :31-20-658 0580. So far sih perubahan yg dilakukan fun2 ajah n menguntungkan di sisi pelanggan. Well dengan mengucapkan Bismillah...The adventure begins...

Amenities Pertama di Meeting Point - Terminal 2D

Menikmati amenities pertama di Terminal 2 D sambil menunggu bagasi check-in by tour leader

Rehat sejenak di Pura Lounge, Terminal 2D menunggu boarding jam 00.20 dgn Emirat ke Dubai

Suasana sholat Idul Fitri di Monash University - 2003

Membaca berita di situs koran Republika on-line tentang warga muslim dilarang berpuasa  oleh Komite Keselamatan Kegiatan Pertanian Italia dengan alasan kesehatan, sungguh membuat hati saya miris. Betapa otoritasnya pemerintah disana, kebebasan untuk beribadah dan melaksanakan perintah agama disana malah dibatasi. Bahkan untuk iktikaf pun harus dilakukan di mesjid atau mushola yang memang sudah mendapatkan ijin untuk menyelenggarakan iktikaf. Kondisi Italia yang sedang musim panas dengan suhu 30 derajat Celcius dijadikan alasan.

Hal membuat saya mengenang kembali masa-masa dimana saya juga sempat mengalami ramadhan dan Idul Fitri di Melbourne, Australia. Alhamdulillah walaupun musim panas yang saat itu sampai mencapai 42 derajat Celcius, kami dapat shaum sambil tetap bekerja seharian. Karena musim panas, maka sahur dilakukan dini hari sekali sekitar jam 02.30 dan berbuka dilakukan sekitar jam 21, serta sholat Isya sekitar jam 22-an. Bagaimana dengan jam kerja atau jam kuliah? tetap seperti biasanya karena memang disana umat muslim kan minoritas. Saya yang bekerja part-time di pabrik pengemasan coklat - Rapid Pak, Clayton, Melbourne bersama dengan rekan Indonesia lainnya tetap bekerja sambil berpuasa. Ada rekan dari Bangladesh yang juga muslimah namun ybs tidak berpuasa dengan alasan pekerjaannya berat dan kondisi musim panas yang juga membuat ybs tidak kuat untuk berpuasa. Saya juga bersyukur sekali bahwa saat itu saya tidak bekerja di area terbuka yang kena panas terik, melainkan bekerja di ruangan yang bertemperatur dingin karena produk coklat termasuk yang rentan meleleh karena cuaca panas. Mungkin kondisi ruangan di tempat kerja ini juga yang membantu saya sehingga dapat melewati masa-masa berpuasa di musim panas disana dengan nyaman.
Untuk berangkat kerja, saya biasanya menempuh perjalanan selama 0,5jam dengan berjalan kaki dan mendorong stroller yang membawa anak kedua saya, Aisha, untuk diantar ke Child care (rute dari nomor 1-merah ke nomor 2- ungu). Selanjutnya setelah mengantar si kecil ke Child Care, saya masih harus berjalan kaki lagi selama 0,5 jam menuju tempat bekerja saya di Rapid Pak (rute dari no 2 ke nomor 3). Lumayan kan..jika dilakukan di bulan Ramadhan? Alhamdulillah sekarang menjadi suatu kenangan yang tak terlupakan.


Saya (paling kanan) dgn sebagian rekan-rekan di Rapid Pak
Bagaimana dengan anakp-anak ? Tentunya sahabat juga ingin mengetahui apakah anak-anak saya juga ikut berpuasa ketika itu ? Jujur saya belum bisa menerapkan berpuasa secara penuh kepada anak-anak yg saat itu Adnan berumur 5 thn dan Aisha berumur 3 tahun. Kebayang kan ...mereka masih kecil-kecil dan kondisi musim panas yang menyebabkan kita hampir 16 jam berpuasa juga menjadi pertimbangan.  Anak-anak juga tidak dibangunkan pada saat saya dan suami sahur, karena sahurnya yang dini hari tsb. Jadi saya mengenalkan mereka untuk berpuasa dengan sahur di jam sarapan pagi dan nantinya mereka diperbolehkan buka di sekolah, ketika mereka sudah merasa haus atau jam istirahat. Nah..suatu ketika, ada diantara anaknya teman saya yg bersekolah di SD yang sama dengan anak saya, bercerita kepada gurunya bahwa dia sedang fasting alias berpuasa dan dia tidak mau lunch. Wah kebayang kan khawatirnya ibu gurunya di sekolah. Langsung ibu guru tsb menelpon teman saya yg sama-sama bekerja di Rapid Pak, untuk menanyakan kebenarannya. Padahal anak tersebut sebenarnya baru tau konsep puasa dan belum betul-betul melaksanakan puasa lho..heboh lah para guru di SD karena menyangka kita tega mengharuskan anak berpuasa di musim panas seperti itu. Syukurlah kesalahpahaman mengenai puasa ini dapat dijelaskan oleh teman saya sehingga guru di SD tsb dapat memahami makna pengenalan ibadah dan tidak ada keharusan untuk anak untuk berpuasa sampai malam, mengingat kondisi dan kemampuan anak.
Keceriaan anak-anak ketika berlebaran di halaman Kampus Monash University


Blog EntryAug 24, '10 6:34 PM
for everyone
Kesukaan saya akan koleksi foto-foto selama traveling berangkat dari keinginan untuk menyimpan kenangan selama perjalanan untuk dapat dilihat kembali suatu saat. Kadang ada juga momen-momen narsis muncul dan seringnya menjadikan objek foto diri saya sendiri berlatar-belakang lokasi traveling yang ingin diabadikan. Hal ini mungkin sedikit 'memalukan', namun saya termasuk yang super duper cuek dengan komentar orang dan tetap dengan hobi koleksi foto diri dan latar-belakang yg diinginkan...qiqiqi....

Berikut beberapa koleksi foto pribadi saya yang emang rada narsis dan kadang kala karena traveling sendiri seringnya diambilkan oleh orang lain yang gak dikenal sama sekali...asli modal nekad, demi menambah koleksi foto diri
Berfoto dengan teman-teman ketika outbond di Ciater Spa - Subang 2007

Berfoto dengan latar belakang Tanah Lot Bali tahun 1989





Kunjungan ke Korea th 2002

Thanks to Michael, teman dari Chuang Hua Telecom, yg moto'in aku di area sekitar Capital Building - Washington DC-2008

Kalo gak ada orang yg bisa dimintatolongi, ada aja yang mau difoto...seperti moto'in diri via cermin begini (dari jepretan dikala sendiri menjelajah ke Amerika th 2008)

Syukurlah sekarang saya punya fotografer andalan pribadi, alias suami sendiri yang memang punya kamera DSLR dan hobi moto dari pada difoto. Kebalikan dengan saya yang senang banget difoto, kalo Kang Ahmad lebih senang mengkoleksi foto-foto lokasi yang dikunjunginya termasuk landscape, orang-orang sekitar, dll. Jangan harap dia akan bela-belain minta tolong orang untuk moto'in dirinya. Hal ini kembali terulang ketika dia melakukan perjalanan ke London bulan Juni yang lalu. Asli gak ada foto dirinya dengan latar belakang pemandangan atau lokasi apa pun di semua koleksi foto-foto yang diambilnya....weleh2....saya cuma bisa mengelus dada saja....sayang banget kan?




Blog EntryAug 24, '10 3:34 PM
for everyone

Kedutaan Belanda di Jakarta

Untuk keperluan perjalanan kami ke Eropa nanti tgl 6 - 16 Sept 2010, maka saya dan suami mengurus visa schengen via Kedutaan Belanda di Jakarta. Berhubung saya mengambil paket tour dari Interlink Travel, maka pengurusan dokumen visa dibantu oleh agen dari travel.

Perjanjian Schengen 1985 merupakan perjanjian yang dibuat oleh sejumlah negara Eropa untuk menghapuskan pengawasan perbatasan di antara mereka. Di dalam perjanjian ini tercakup berbagai aturan kebijakan bersama untuk izin masuk jangka pendek (termasuk di dalamnya Visa Schengen), penyelarasan kontrol perbatasan eksternal, dan kerjasama polisi lintas batas. Namanya diambil dari tempat penandatanganan perjanjian ini, suatu desa di Luksemburg.

Hingga 2006 sebanyak 30 negara - mencakup sebagian besar anggota Uni Eropa plus Islandia, Norwegia, dan Swiss (termasuk Liechtenstein) - telah menandatangani perjanjian ini; sejauh ini 25 negara telah menerapkannya. Republik Irlandia (IR) dan Britania Raya (GB) hanya turut serta dalam kerjasama polisi lintas batas namun tidak untuk pengawasan perbatasan bersama dan pengeluaran visa. Di dalam wilayah Schengen (wilayah negara-negara yang telah menerapkan), pos dan pengawasan perbatasan telah dihapuskan dan 'visa Schengen' umum dikeluarkan. Pemegang paspor/visa salah satu negara yang telah menerapkan Perjanjian Schengen (namun bukan IR dan GB!) dapat memasuki wilayah setiap negara penerap lainnya secara bebas.

Berikut adalah negara-negara yang telah menerapkan semua isi perjanjian:


----sumber dari wikipedia----

Dokumen pendukung untuk pengurusan visa schegen kunjungan singkat untuk masa tinggal 1 – 90 hari
yakni:
1. Passport yang masih berlaku (paling kurang 6 bulan)
2. Bukti pemesanan tiket penerbangan & hotel selama kita berada di Eropa
3. Surat pengantar dari kantor/ perusahaan dimana kita bekerja atau jika perusahaan milik sendiri maka perlu dilengkapi dengan NPWP. Berikut contoh surat pengantar yg diberikan oleh kantor dimana saya bekerja.
4. Surat pengantar dari Bank dimana kita menabung & cetak rekening koran atau buku tabungan. Sebenarnya tidak ada pencantuman resmi di situs Kedutaan Belanda mengenai jumlah minimal saldo tabungan yang harus kita miliki untuk pengajuan Visa, hanya mencantumkan cukup uang selama tinggal di Belanda untuk menjamin perjalanan kita aman & nyaman serta tidak terlunta-lunta disana.
Saldo rekening di tabungan minimal untuk biaya hidup minimal disana (contoh: biaya sekali makan di Eropa, menurut Kang Ahmad ketika ke London bulan Juni yg lalu sekitar 7-10 Pounds atau sekitar Rp 130.000,- dikalikan 3 waktu makan & jumlah hari kita berada di Eropa).
Jika kedatangan kita ke Belanda berdasarkan undangan dari keluarga/ kerabat yang sudah menetap disana, maka perlu dilampirkan surat undangan yang dilegalisasi 
(disahkan di pemeritah kotamadya / municipal tempat pengundang tinggal), foto copy passport pengundang, dan bukti kemampuan financial.

5. Formulir pendaftaran
Berhubung saya mengajukan visa melalui travel, maka semua formulir pendaftaran diisi oleh pihak travel. Saya cuma perlu tanda tangan di lembar formulir ketika jadwal wawancara di Jakarta nanti.
6. Pas Foto ukuran 3,5 x 4,5 sebanyak 2 buah
7. Tujuan Utama Perjalanan dan rute perjalanan
Menunjukkan rute perjalanan (list negara schengen yg dikunjungi) beserta lama berada. 
8. Surat nikah
9. Travel Insurance
Sebagai gambaran, saya mengambil travel insurance dari Zurich untuk family sebesar US$78, dengan pertanggungan utk family (disini termasuk dua dewasa dan jumlah anak tidak dibatasi).

Dokumen yang diatas semuanya dalam bentuk foto-copy untuk diserahkan kpd petugas kedutaan. Jangan lupa untuk membawa dokumen aslinya ketika wawancara untuk berjaga-jaga bilamana ditanya oleh petugas kedutaan nanti. Untuk dokumen yang aslinya harus diserahkan yakni urat pengantar dari perusahaan, pengantar dari Bank, dan print rekening koran tabungan dan pas foto.

Jika semua dokumen yang diperlukan sudah siap maka kita bisa menghubungi kedutaan, untuk buat janji melalui telepon 021-5271904 dengan menyebutkan nama, nomor telepon dan nomor paspor, kemudian nanti kita akan diberitahukan kapan bisa datang untuk apply visa. Ketika saya mengajukan visa, jadwal wawancara tanggal 10 Agustus 2010idan Visa bisa diambil tanggal 25 Agustus 2010 dengan menggunakan resi pembayaran visa yang diberikan ketika kita membayar biaya sebesar €60,00 yang dikurskan ke dalam rupiah dan tergantung kurs pada hari itu, jangan lupa sediakan uang pas dan dalam bentuk rupiah ya.

Waktu buka loket di Kedutaan Belanda:

Dari Senin hingga Jumat dari pkl. 09.00 hingga pkl. 12.00. Untuk pengajuan permohon paspor atau legalisasi dokumen tidak perlu membuat janji terlebih dahulu.

Sebelum mengajukan permohonan visa ke Kedutaan Belanda, kita harus membuat janji terlebih dahulu lewat telpon atau e-mail. Hal ini disebabkan tanpa pembuatan janji, permohonan visa pada dasarnya tidak dapat ditangani.

Ajukan permohonan visa jauh hari sebelumnya! Permohonan visa dapat diajukan maksimal 3 bulan sebelum tanggal keberangkatan. Sehubungan dengan waktu memproses visa, pembuatan janji harus dilakukan palinglambat 2 minggu sebelum tanggal keberangkatan, kalau tidak maka visa Schengen tidak dapat diberikan tepat pada waktunya.

Peak Season Pembuatan Visa

Menurut info yang ada di situs kedutaan Belanda, sekitar bulan Mei hingga September pembuatan janji untuk permohonan visa sangat padat.  Untuk mengantisipasi waktu yang diperlukan dalam pengurusan Visa pada peak season ini, maka kita perlu memberikan spare waktu dalam pengajuan janji & apply visa.

Ada Uya Kuya & Family ketika saya sedang ngantri wawancara

Pada saat jadwal wawancara saya di kedutaan Belandata tanggal 10 Agustus 2010, saya kebetulan bertemu dengan Uya Kuya & family. Awalnya saya tidak sadar jika orang yang duduk disebelah saya adalah Uya Kuya, masalahnya yang bersangkutan sedang memegang  sekitar lima -enam nomor antrian wawancara. Asumsi saya awalnya, pasti orang dari travel qiqiqi....Dengan santainya saya duduk disebelahnya, dan ketika ybs dipanggil wawancara saya baru diberitahu oleh Kang Ahmad bahwa yang tadi itu adalah...Uya Kuya. Kebayang kan..ekspresi saya? Saya kaget sih plus agak worried soalnya kalo tadi saya sempat di hipnotis spt yang biasa ditampilkan Uya Kuya di TV...gimana coba? Bisa keluar semua rahasia perusahaan dong...

Lumayan deh, dengan adanya Uya Kuya, Astrid, Ibunya Uya, ortu Astrid, dan Omnya, maka waktu mengantri panggilan wawancara saya jadi tidak terasa. Menurut info Bapak mertuanya Uya yg ngobrol dengan Kang Ahmad, mereka juga berencana ke Belanda tanggal 6 September 2010. Wah sama dong dengan saya .....jangan-jangan nanti satu pesawat...hehehe..

Waktu Uya diwawancara, terlihat betul bahwa ybs seleb. Maksudnya malahan waktu wawancara jadi lebih lama, soalnya petugas di kedutaan sangat semangat sekali mewawancara ybs. Gak tau apa utk keperluan pengurusan Visa atau merangkap sebagai salah satu fansnya Uya. Saya liat anggota keluarganya tidak diwawancara, hanya perlu duduk di baris depan loket petugas saja. Cukup Uya saja yang mewakili mereka untuk wawancara.

Setelah selesai Uya & family, saya sempat mengobrol dengan seorang ustad yang akan berangkat ke Belanda untuk mengisi ceramah ramadhan di kedutaan besar Indonesia disana. Alhamdulillah....Ustad ini berangkat dengan istrinya & rencananya akan tinggal disana sekitar 2 bulan. Menurut beliau, sponsornya di Jakarta ternyata Pak Fauzi Wibowo sendiri ....salut deh utk Pak Gubernur yang sangat peduli dengan dakwah & kehidupan ustad.

Akhirnya, setelah menunggu tanpa kepastian kapan akan dipanggil...soalnya ternyata nomor antrian di pintu masuk tidak digunakan dan nomor antrian di loket juga tidak diberubah/ diganti-ganti seiring bergantinya orang yg diwawancara. Ternyata yang punya power dalam mengatur antrian adalah Ibu Satpam di ruangan, saya dipanggil untuk masuk ke loket wawancara. Petugas kedutaan yang mewawancara saya masih sangat muda (dibandingkan saya tentunya) dan waktu yang dibutuhkan untuk wawancara, ternyata tidak lebih dari 5 menit dibanding waktu ngantrinya yang 1 jam-an. Untung ada Uya & family yang memberikan hiburan bagi saya selama ngantri qiqiqi...

Kembali lagi ke saat wawancara, ada beberapa pertanyaan yang diajukan oleh petugas kepada saya & suami. Mungkin karena kami berdua (suami istri) dan melakukan perjalanan yang sama, maka kami dipanggil sekaligus utk wawancara. Beberapa pertanyaan yang diajukan kepada kami yaitu:

Petugas (P) : "Kalian berdua suami istri?"

Kami (k)     : "Iya", sambil menyerahkan dokumen pendukung untuk pengurusan visa termasuk foto copy surat nikah

P               : "Wah baju batiknya sama ya?". Kebetulan untuk wawancara tsb saya dan suami menggunakan baju batik dengan motif yang sama.

K                : menjawab dengan senyum manis

P                : "Kalian berdua dari perusahaan yang sama? soalnya corp surat pengantar dari kantor yg sama."

K               : "iya"

P               : sambil bercanda dan semangat bertanya,"Ketemunya waktu di kantor dulu ya, lalu menikah?"

K               : "hmm dulu ketemunya di bangku kuliah dan bla..bla...bla" sedikit menceritakan kronologis pertemuan saya & suami dulu di bangku kuliah dulu.

P                : "Bisa sebutkan rencana perjalanan kalian nanti di Eropa?"

K                : Kang Ahmad mah gak terlalu hafal sm rute perjalanan, soalnya semua arragement utk paket tour saya yang cari. Saya menjelaskan urutan negara yang kami kunjungi dan lama bermukimnya.

P                 :" Perjalanan ini atas biaya sendiri atau perusahaan?"

K                 : "biaya sendiri"

P                 : "Biaya pengurusan visa Rpx dan silahkan ditunggu, akan saya buatkan resinya"

K                : "terimakasih"

sambil menunggu pembuatan resi, kami kembali duduk di bangku antrian sampai petugas memanggil kami kembali untuk memberikan resi dan pemberitahuan bahwa visa bisa diambil tanggal 25 Agustus 2010.



Pada tulisan saya sebelumnya sudah disinggung bahwa rencananya saya dan suami akan melakukan perjalanan ke Eropa tanggal 6 sd 16 September 2010, mengambil paket tour dari Interlink yg bergabung ke konsorsium ATS. Ceritanya cukup panjang, namun akan saya tuliskan versi singkatnya.

Bermula dari jalan-jalan di PVJ (Paris Van Java)-Bandung sepulang kerja dengan suami sekitar awal Juli 2010. Kami mampir di beberapa stan pameran tour & travel. Saya ingin melihat paket tour ke Europa sebagai perbandingan dengan  biaya yg dikeluarkan oleh Kang Ahmad sebelumnya (bulan Juni), ketika dia mengikuti konferensi di London. Begitu saya melihat angka yg ditawarkan paket tersebut, komentar saya , "Wow.,cukup menarik & murah ya". Saat itu salah satu tour & travel menawarkan paket US $2400 utk tour ke Eropa (plus London) selama 14 hari. Harga tersebut sudah termasuk:
  • Tiket penerbangan
  • Perjalanan (bus) antar negara
  • Mencakup 8 negara di Europe + London
  • Makan 2x sehari
  • Hotel
Perbandingan, ketika Kang Ahmad ke London akhir Juni yg lalu, biaya perkiraan:
  • Tiket penerbangan dgn Emirat US $ 1200
  • Hotel                                               130 Pounds (bisa dihitung biayanya berapa jika 3/4 malam)
  • belum makan, transport (kereta api) dll

Biaya yg tidak termasuk:
airport tax internasional US $ 310, Asuransi Perjalanan, biaya pengurusan Visa Schengen, fiscal Rp 2,5 juta bagi yg tidak memiliki NPWP,Airport tax Jakarta Rp 150.000,-, laundry, dan Tipping

Perbandingan yg lain yakni ketika saya melakukan perjalanan ke Amerika untuk kegiatan konferensi juga. Waktu itu kisaran pengeluarannya:
  • Tiket pesawat dgn China Airlines seharga US $ 1585
  • Hotel                                      rata-rata US $ 350 (sebelum discount on site)
  • Transportasi & makan
(Mohon maaf, pencantuman harga di atas murni untuk membandingkan harga yg berdasarkan pengalaman, tanpa bermaksud untuk menyakiti hati sahabat-sahabat yg traveling dgn 'budget price'. Saya sendiri kadang mengkombinasikan model perjalanan yg tentunya disesuaikan dengan keadaan & kondisi yg diinginkan.)

Hal inilah yang mulai menggelitik keinginan saya untuk mulai hunting paket-paket tour ke Eropa. Saat itu saya mengumpulkan brosur-brosur dari berbagai tour&travel termasuk juga dari Interlink. Sayangnya...paket yg ditawarkan oleh AM interlink saat itu  tinggal paket 11 hari ke Europe seharga US $ 1998. Sementara saya berminat dengan paketnya 14 hari ke Europe plus London seharga US $ 2600, soalnya nama-nama hotel dicantumkan dengan jelas. Nah sayangnya lagi, paket yg saya mau ternyata "Sold-Out" alias habis. Karena tertarik dengan jenis paket yg seperti ini, akhirnya saya berburu paket tour via internet & email, termasuk sms ke beberapa agen perjalanan yang saya dapatkan baik dari internet (browsing) ataupun via info dari sepupu.

Salah satu biro perjalanan yg saya hubungi yakni milik Mbak Djuwita Altorina dari Altorina Tour & Travel. Saya sangat cocok sekali dengan paket tour yg ditawarkan yakni "14 Days Best of Europe + Euro Disney & London" seharga US $2798. Nah buru-buru deh saya booking via sms & e-mail termasuk mengirimkan scan passport utk mempercepat proses booking. Namun mungkin memang nasib saya, ternyata paket yang saya inginkan juga "Sold-out".

Selanjutnya saya mulai hunting lagi paket yang lain dan akhirnya jatuhlah pilihan ke paket Interlink, yg sebelumnya pernah saya lihat di pamerAN- PVJ Bandung, yakni 11 hari dgn biaya US $1998. Ternyata setelah menghubungi AM yg dulu waktu pameran di PVJ sempat saya simpan kartunya, harga yg diberikan pd saat pameran tentu berbeda dengan kondisi setelahnya. Alhasil akhirnya saya deal di harga sebesar US $ 2128.

Alhamdulillah...sejauh ini semua layanan yang telah diberikan oleh Interlink sangat memuaskan saya. Termasuk proses pengurusan visa schengen, yang awalnya direncanakan di Kedutaan Perancis namun ternyata karena disana penuh, maka pengurusan Visa dipindahkan ke Kedutaan Belanda.

Hari ini, telpon yang ditunggu-tunggu dari Mbak Maria (salah seorang AM di Interlink) sudah saya terima. Berita mengenai progres pengurusan Visa di Kedutaan Belanda sudah disampaikannya. Insya Allah besok, visa & passport kami akan diambil oleh Interlink via agen ATS  di Kedutaan....Alhamdulillah...



Blog EntryAug 12, '10 9:17 AM
for everyone
Sahabat, Insya Allah jika tidak ada halangan maka saya dan suami akan melakukan perjalanan ke Eropa tanggal 6 sd 16 September 2010. Perjalanan kami berdua kali ini murni untuk holiday dan untuk pertama kalinya kami bersama-sama mengunjungi Eropa. Sebelumnya di bulan Juli 2010, Kang Ahmad sempat ke London selama seminggu untuk mengikuti suatu acara konferensi. Pada kunjungan Kang Ahmad tersebut, sayangnya saya tidak dapat ikut serta dengan berbagai alasan dan pertimbangan.

Alhamdulillah ternyata sekarang kami bisa merencanakan perjalan berdua untuk waktu yang cukup lama. Tentunya sahabat bertanya-tanya bagaimana dengan anak-anak? Kali ini kami memang tidak mengajak anak-anak. Syukurlah orang tua saya dari Padang berencana akan berlebaran di Bandung/ Jakarta sehingga anak-anak ada yang menemani, selain Ibu Mertua yang memang serumah dengan kami. Lebaran nanti merupakan untuk yang pertama kalinya kami lewati di luar negeri tanpa anak-anak, sebelumnya kami pernah juga merasakan lebaran di Melbourne namun saat ini bersama anak-anak.

Rencana perjalanan ke Europa ini menggunakan jasa Interlink Tour & Travel Bandung yang beralamat di Jl Wastukencana No.5. Alasan kenapa kami menggunakan jasa biro perjalanan diantaranya:
  • Sebelumnya kami pernah menggunakan jasa biro perjalanan juga untuk menjalankan ibadah umroh dan rasanya nyaman karena kita tidak perlu bersusah payah untuk menjadwalkan semua hal mengenai transportasi, akomodasi, plus makanan tentunya….serahkan kepada ahlinya…kita tinggal focus ke traveling & menikmati perjalanannya
  • Kalkulasi biaya, didapat bahwa pengaturan perjalanan sendiri dengan standar hotel yg setara yang ditawarkan oleh biro perjalanan ternyata jauh lebih mahal dan membutuhkan energi
  • ·Paket yang ditawarkan oleh biro perjalanan bervariasi, menarik, plus murah…hanya US $ 2128 (tidak termasuk airport tax internasional US $ 310, Asuransi Perjalanan, biaya pengurusan Visa Schengen, fiscal Rp 2,5 juta bagi yg tidak memiliki NPWP,Airport tax Jakarta Rp 150.000,-, laundry, dan Tipping)
Berikut merupakan rute perjalanan yang akan kami tempuh (map dari  sini)

 


Hari 01:    JAKARTA       
Hari ini kami akan berkumpul di Bandara Soekarno - Hatta dengan rombongan dari Interlink dengan rombongan ATS Vacation lainnya menuju Amsterdam – Belanda.
 
Hari 02:    JAKARTA - AMSTERDAM
Setibanya di Amsterdam, kami dengan rombongan akan diantar menuju Belanda, Amsterdam. Setibanya di Amsterdam, kami akan diantar untuk makan malam dan check ini di hotel (Makan Malam).
Akomodasi: Holiday Inn Schipol Amsterdam Hotel ****

 
Hari 03:    AMSTERDAM – VOLENDAM– AMSTERDAM
Hari ini perjalan dimulai dengan city tour menuju desa nelayan dan berfoto dengan menggunakan baju tradisional khas Belanda di desa nelayan Volendam. Kemudian City Tour di kota Amsterdam mengunjungi/ melewati Royal Palace, Rijks Museum, Dam Sqare, Diamond Factory, Canal Cruise (Makan Pagi, Makan Malam)
Akomodasi: Holiday Inn Schipol Amsterdam Hotel ****

Hari 04:    AMSTERDAM – BRUSSELS – PARIS
Hari ini dengan menggunakan bus wisata, perjalanan dilanjutkan menuju Paris melalui Brussels untuk mengunjungi Manekin Piss dan Grand Palace. Malam hari tiba di Paris, kami akan makan malam dan check in hotel. (Makan Pagi, Makan Malam)
Akomodasi: Holiday Inn Velizy Hotel *** 


Hari 05:    PARIS - City Tour
Berkeliling di pusat kota mode – PARIS, dengan melewati/mengunjungi Place de la Concorde, gerbang kemenangan Arc de Triomphe, Champs de Elysees, des Invalides dan melihat dari dekat lambang kota Paris yaitu Eiffel Tower  sampai dengan lantai kedua dimana kami dapat melihat panorama seluruh kota. (Makan Pagi, Makan Malam)
Akomodasi: Holiday Inn Velizy Hotel *** . 
    
Hari 06:    PARIS – LAUSANNE (LAKESIDE)
Setelah makan pagi meninggalkan kota Paris untuk menuju Montreux, Switzerland. Setibanya Anda diantar menuju hotel untuk check in dan beristirahat. (Makan Pagi, Makan Malam)
Akomodasi: Landhaus Hotel ****

     

Hari 07:    MONTREUX / LAUSANNE – MT.TITLIS – LUCERNE ( LAKESIDE )
Setelah makan pagi, perjalanan dilanjutkan menuju GLACIER 3000 (termasuk Cable car), yang merupakan objek wisata pegunungan di Swiss dengan salju abadinya, dimana Anda dapat mencoba Alpine Coaster, Snow Bus, Ski (Optional) sebelum sore hari menuju Lucern untuk makan malam dan check in hotel. (Makan Pagi, Makan Malam)
Akomodasi:  Landhaus Hotel *** 

   
Hari 08:    LUCERNE (LAKESIDE) – PISA
Setelah makan pagi, kami akan melanjutkan perjalanan menuju kota PIsa yang terkenal dengan menara  miring Pisa. Setiba di Pisa, makan malam dan check in hotel. (Makan Pagi, Makan Malam)
    Akomodasi: Duomo Hotel ****


Grand Hotel Duomo is just 50 metres from Duomo Square and the Leaning Tower of Pisa  
 
Hari 09:    PISA – ROME
Setelah makan pagi, kami akan diajak melihat dari dekat Learning Pisa Tower Complex. Kemudian perjalan dilanjutkan menuju kota yang penuh sejarah yaitu kota Roma. Setiba di Roma, kami akan melihat/ melewati Trevi Fountain yang Indah, Monumen Vittori Emanuelle II (Makan Pagi, Makan Malam)
Akomodasi: Palace 2000 Hotel **** 

   
Hari 10:     ROME

Hari ini Pagi hari perjalanan dilanjutkan menuju kota sejarah Rome. City Tour hari ini mengunjungi/melewati St Peter’s Basilica yang sangat anggun, Colloseum yaitu tempat diadakannya pertarungan antara manusia melawan binatang buas, Roman Forum, 
(Makan Pagi)
   
Hari 11:    ROME - ISTANBUL                          
ISTANBUL – JAKARTA                                                       
Hari ini penerbangan kembali ke Tanah Air.      

    
Mohon doa dari Sahabat semua agar semua urusan untuk perjalanan berjalan lancar dan kami semua termausk keluarga yang ditinggal selalu dalam lindungan Allah SWT.

Terimakasih yang tak terhingga kepada keluarga saya, anak-anak, ortu , dan kantor yang memberikan ijin sehingga kami dapat merencanakan dan Insya Allah menjalani perjalanan ke Eropa ini dengan tenang.
 

Blog EntryJul 27, '10 11:47 AM
for everyone
Sahabat,
Pengen tau apa saja kegiatan saya hari ini ? hehehe kalo sahabat gak pengen tahu ya gak pa pa ya...boleh dong sekali-kali saya rada narsis dikit. Kebetulan hari ini kegiatan saya cukup padat dan mewakili kegiatan ibu-ibu banget deh... Kenapa demikian ? Silahkan sahabat simak sendiri detail kegiatan saya ya. Jika gak setuju, ya monggo...gak masalah kok :-P

Pagi-pagi jam 6 teng, saya start menuju Jakarta dengan menggunakan travel Cipaganti jurusan Blora. Hari ini saya ada undangan dari mitra untuk menghadiri "Multipolar Solution Day" di Hotel Shangrilla Jakarta. Lumayan bisa dapat update teknologi serta sharing ilmu yg mudah-mudahan bermanfaat untuk saya pribadi maupun perusahaan.

Di acara Multipolar saya berjumpa dengan Mas Eko Indrajit yg memberikan presentasi berjudul "The Online PUBLICSPHERE : 2010 and Beyond". Selanjutnya ada beberapa track session yang diberikan di ruangan-ruangan yang terpisah dan pembicara yang berbeda-beda. Track yang ditawarkan diantaranya FSI, Goverment, Cross Solution, & Telco. Saya memilih mengikuti sesi Telco yang diantaranya mengangkat topik Power 7 Technology, Storage Virtualisasi, Security, & Desktop Management.


Setelah kegiatan pulang - pergi ke Jakarta hari ini, kesibukan saya dilanjutkan dengan rutinitas para ibu rumah tangga seperti yang biasa dilakukan oleh para ibu, yakni belanja. Saya memang belum menyimpan stok bahan makanan mentah untuk dimasak atau disimpan di kulkas. Bukan berarti tidak ada tukang sayur yang lewat, masalahnya kesempatan saya untuk bisa memasak, seringnya di malam hari karna kalo pagi hari, saya sudah disibukkan dengan menyiapkan si bungsu Arshad yang berangkat ke sekolah taman kanak-kanak & menyiapkan bekal makanannya.

Kembali ke hal belanja, saya sudah bertekad hanya membeli barang-barang yg memang diperlukan seperti ayam 2 kg, daging rendang 2 kg, santan instan, bawang merah, minyak goreng, ikan teri medan, roti, susu kotak kecil (untuk bekal si bungsu ke TK). Yup saya sudah membuat list belanja di dalam pikiran dan persis hanya belanja yg sudah saya list tersebut.....percaya gak? sungguh...gak ada agenda tambahan melirik ke rak-rak yang lain. Soalnya waktu belanja kali ini mepet bgt sm waktu sholat magrib. Saya belanja di supermaket terdekat dengan rumah sehingga begitu selesai belanja...blas langsung pulang ke rumah.

Sampai di rumah saya langsung menugaskan asisten saya untuk mengupas bawang, bumbu dapur, dan membersihkan ayam yg dibeli. Rencananya saya akan memasak gulai ayam.

Ngobrol dengan ketiga anak-anak, tercetus ide untuk makan bubur ayam ke daerah Asia Afrika, tepatnya di depan kantor koran PR. Sekitar jam 20 kami serombongan, terdiri dari saya, suami, dan ketiga anak, menuju Asia Afrika Bandung. Ternyata tukang bubur ayamnya hari ini gak jualan, agenda langsung berganti ke lokasi The Nanny, Jl.Riau...soalnya saya kangen sm makanan Waffelnya yg gurih...yum... akhirnya kami sekeluarga makan malam di The Nanny dengan menu waffle pilihan masing-masing & Nasi Bakar Beef (sharing).


Alhamdulillah, puas banget deh bisa ngobrol sambil makan bersama di sela waktu yg ada, si bungsu Arshad mah sudah terlelap nyenyak, gak sempat makan sama sekali.
Syukurlah sebelumnya dia sudah makan coco crunch & susu (wah ini mestinya menu sarapan deh). Info asistenku sebelumnya, sorenya Arshad sudah makan nasi & lauk.

Pulang dari The Nanny, satu lagi agenda saya....memasak, soalnya utk yg satu ini para asisten (soalnya masih baru) pada belum bisa dilepas  masak. Gak susah kok...cuma bikin gulai ayam (2kg ).
Nah setelah gulai ayam dingin, tinggal dimasukan ke dalam kulkas utk besok bisa dilanjutkan apakah mau dibakar (Ayam Bakar) atau dipanaskan saja (Gulai Ayam).
Beginilah sekilas rutinitas harian saya sebagai ibu bekerja dan ibu rumah tangga.....



Blog EntryJul 2, '10 11:37 AM
for everyone
Baru saja Kang Ahmad mengirimkan kabar bahwa dia sudah di Heathrow Airport, berikut bunyi e-mailnya:

Blog EntryJul 2, '10 4:43 AM
for everyone
Hari Senin/ 28 Juni 2010 yang lalu saya ada keperluan dinas ke Surabaya. Padahal hari minggunya saya baru saja melepas kepergian kakanda ke London. Kebayang ya, liburan sekolah anak-anak begini malah kami para ortu gak ada di rumah. Ya namanya hidup memang tdk bisa diatur, apalagi keterikatan dengan agenda kerja, menyebabkan kami seringkali merencanakan liburan bukan berdasarkan jadwal libur anak, akan tetapi berdasarkan kapan kami para ortu bisa libur(hehehe....maksa dot com). Kembali lagi ke agenda dinas saya ke Surabaya, beberapa hari sebelumnya saya sempat hunting tiket penerbangan Bandung - Surabaya utk hari Senin atau Selasa pagi. Nah yang tersisa saat itu hanyalah penerbangan Merpati Bandung - Surabaya dengan harga tiket Rp 1,6 juta...ya segitu..padahal normalnya paling berkisar Rp 400-600 ribu doang. Maklumlah sekarang lagi musim liburan alias peak season. Saya sempat pasrah untuk membeli tiket pesawat tsb, jadi saya pun booking tiket ke travel. Hari jum'at, teman sekantor saya, soalnya kami berdua yang ditugaskan ke surabaya, membujuk saya agar ganti transportasi ke kereta api. Alasannya masak kita sendiri-sendiri, akhirnya saya luluh juga ..tiket yg sudah dibooking pun dibatalkan. Rekan saya berjanji akan mencarikan tiket kereta api ke Surabaya. Nah karena week-end itu saya sibuk dengan persiapan keberangkatan Kang Ahmad ke London, saya pun sudah lupa mengenai kepastian tiket kereta api utk kami ke Surabaya. Minggu pagi/ 27 Juni 2010, saya syok, karena ada sms masuk malam sebelumnya (malam minggu) dari rekan saya yg mengabarkan bahwa tiket kereta api sudah habis alias tidak kebagian. Walah gimana ni... yang pertama kepikir oleh saya ya pasti alternatif transportasi...mungkin bisa pakai bis. Tapi ya itu lah saudara-saudara, kebayang kan naik bis ke surabaya ....weleh2 ...bisa datar deh pantat.. Terakhir saya naik bis ke surabaya mungkin sekitar 15 tahun yg lalu, sdh lama sekali ya.

Akhirnya saya pun mengkontak rekan saya yg akan bareng berangkat tsb dan usul saya ada last choice yakni naik bis, eh malah saya akhirnya didaulat untuk mencari tiket bis dengan alasan teman saya itu gak tau tempatnya ....alamak....

Prioritas saya Minggu pagi itu, jam 10.30 mengantarkan dan melepas Kang Ahmad di pool bus Prima Jasa. Saya pikir setelah itu saya bisa  deh mencarikan tiket bus ke Surabaya, ada armada Kramat Jati, Pahala Kencana, dan Lorena.

Satu hal yang saya lupa bahwa peminat bis pasti banyak juga setara dengan kereta api. Jadi ketika saya sudah sampai di bus Pahala Kencana, saya menanyakan tiket ke Surabaya dan jam keberangkatan. Alhamdulillah masih ada tiket, tapi jam berangkat jam 14 dan sampai di Surabaya jam 6 pagi. What? lama bener ...secara kereta api cuma butuh 12 jam alias berangkat jam 7 malam dan sp jam 7 pagi. Saya pikir mungkin bus yang lain berangkat lebih sore, jadi dari pool Pahala Kencana di Jl. Riau Bandung, saya pun menyetir mobil ke Jl. Dago untuk mendatangi Pool Bus Kramat Djati. Sahabat bisa bayangkan, jalanan kota Bandung di musim liburan kan?macet bener....saya masih bela-belain ke Dago utk mencari tiket. Sesampai di Bus Kramat Djati, ternyata saya harus menelan ludah...hm...tiket sudah habis..wadau....gawat ni...

Jadilah saya balik arah dari Dago ke Jl.Riau lagi utk buru-buru ke Pool Pahala Kencana. Takut kehabisan tiket juga, jadi saya telpon ke 0225421694. Ternyata saya masih kebagian tiket, saya booking 2 (dua) tiket untuk saya dan rekan. Sesampai di Pool Pahala Kencana, saya pun langsung melunasi tiket seharga Rp 185.000,- / orang. Murah ya? itu termasuk jatah makan malam dan snack sore untuk
1 orang. Secara keseluruhan saya puas dengan pelayanan bus Pahala Kencana. Paling kalau bisa dibilang complain, karna lamanya bus ngetem di stasiun Cicaheum. Ngapain sih? buang-buang waktu 1 jam-an dan banyak pedagang asongan yg berkeliaran di dalam bus. Ini bus ekonomi atau eksekutif sih?sok tau ya saya...soalnya dulu jaman saya kuliah (sekitar 17 thn yang lalu) saya sudah makan asam garam soal per-bus-an. Mulai dari bus ekonomi, Executive, SE (Super Executive), semua sudah pernah saja jajal untuk perjalanan Bandung-Padang atau sebaliknya. Yang jelas untuk bus executive & SE, gak ada cerita tukang pedagang asongan boleh keluar/masuk bus seenaknya. Itu dulu boo....


Karena kondisi jalan raya yg padat dan macet, kami sampai di Surabaya tepatnya di stasiun Bungur Asih, sangat telat, yakni jam 09 pagi hari Selasa/ 29 Juni 2010.

Selanjutnya kami sudah dijemput rekan dari kantor surabaya dan langsung menuju kantor. Saya mandi dan bersalin pakaian di kantor. Pokoknya tingkat kecuekan saya sudah cukup tinggi deh soal mandi di kantor. Yang penting seger dan nyaman. Sambil rapat dan survey perangkat, istirahat makan siang saya sempatkan untuk menitipkan pembelian tiket pulang dengan kereta api ke salah seorang rekan OB (office boy) di kantor. Syukurlah saya masih kebagian tiket kereta Turangga yang dijadwalkan berangkat jam 18 dari Gubeng, harga tiketnya Rp 320.000,- Adapun rekan sekantor yg berangkat bersama saya dari Bandung tidak pulang ke Bandung melainkan melanjutkan perjalanan dengan pesawat keesokkan harinya menuju Makasar. Jadi boleh dibilang dari Surabaya - Bandung saya bakal sendirian hehehe.

Pantai Tuban dr dalam bus yg sedang melaju


Selesai rapat jam 15-an saya masih punya waktu sekitar 3 jam kurang untuk keliling Surabaya. Alhamdulillah rekan kerja di Surabaya menawarkan mobil dinas untuk mengantarkan kami ke Jembatan Suramadu.
 Jembatan Suramadu
Yup...yang saya inginkan kali ini di Surabaya adalah berkunjung dan merasakan Jembatan Suramadu. Jadilah kami dengan satu mobil dinas terdiri dari saya, rekan saya dari Bandung, dan dua orang rekan Surabaya berangkat dari kantor di daerah rungkut ke arah Jembatan Suramadu. Ternyata jika kita mau menyeberangi Jembatan Suramadu, kita harus membayar tarif tol sebesar Rp 30.000,-/mobil. Lumayan mahal ya untuk perjalanan sekitar 15 menit dan pulangnya dari Madura ke arah Surabaya, kami juga harus merongoh kantor Rp 30.000,- lagi. Rekreasi yang cukup mahal untuk waktu 30 menit, berbiaya Rp 60.000,- Ketika kami sedang di Suramadu ini, di radio mobil, terdengar berita bahwa sekitar jam 15 ada kecelakaan kereta api di daerah Madiun. Innalillahi wainna'ilahi rojiun, ada berita tentang terdapat korban jiwa. Saya sempat kepikiran bagaimana nasib perjalanan pulang saya dengan kereta api Turangga ke Bandung?soalnya pasti lewat madiun. Tidak berapa lama kemudian di radio juga saya dengar bahwa kereta api jalur selatan akan dialihkan ke jalur utara. Berarti mutar dan lebih lama sampai di Bandungnya.

Selepas dari Jembatan Suramadu, rombongan kami langsung menuju Jembatan Gubeng dan saya bisa agak santai menunggu kereta Turangga datang.
Sebuah mesjid dekat stasiun Gubeng

Stasiun Gubeng
Saya menempati gerbong terakhir (ke tujuh) dari seluruh rangkaian gerbong kereta api Turangga. Hikmahnya, gerbong ini tidak penuh dan saya bisa duduk sendirian serta tidur dengan nyaman. Gak enaknya? kalo pesan makanan jadi lama, seperti yang saya alami. Awalnya saya sempat minta nasi rames tapi karna agak lama dibawainnya akhirnya saya jatuh terlelap. Alhasil jam 2 dinihari saya kebangun dari tidur dan kelaparan. Untung saya bekal biskuit almond yang yummy. Jadi cukup diganjal biskuit dulu saja.
Ternyata perjalanan saya dengan kereta Turangga kali ini termasuk yang terpanjang dan terlama dalam sejarah perjalanan saya dengan kereta api. Bayangkan hampir 19 jam saya berada di kereta api dan hari Rabu/ 1 Juli 2010 jam 11.15 akhirnya saya sampai juga di Stasiun Hall, Bandung. Alhamdulillah....sudah tidak sabar rasanya pulang dan bertemu kembali dengan anak-anak.

Blog EntryJul 1, '10 6:58 AM
for everyone
Kali ini giliran Akang Ahmad yang dapat kesempatan berkelana ke negeri seberang untuk mengikuti acara "2nd Annual Cloud Computing World Forum" di London. Sebelumnya bulan Oktober tahun 2008 saya berkesempatan mengunjungi negara Paman Sam untuk kegiatan conference dan Kang Ahmad yang stand by dengan anak-anak. Ada pula dimana Akang yang ikut conference, saya dan anak-anak ikut serta, seperti ketika Akang ke Singapura Juli 2008. Nah kali ini karena kegiatan di kantor juga lagi padat, saya tidak bisa ikut bersama Akang ke London. Kang Ahmad berangkat dari Bandung hari Minggu, 27 Juni 2010 pake Permoda Primajasa. Saya ikut menemani Akang kesana, menunggu bus, dan melepas keberangkatannya. Tadinya dia dijadwalkan berangkat dengan senior di kantornya, akan tetapi ternyata beliau mendadak sakit dan batal berangkat. Selama di London, Kang Ahmad nginap di Abbey Court Hotel (Hyde Park). Hotel ini didapat setelah berhari-hari searching di internet dan membandingkan beberapa hotel di lokasi sekitarnya yang setara. Dari komentar Akang selama 5(lima) hari ini hotel tersebut bagus dan nyaman.

Beberapa pertimbangannya sehingga akhirnya memilih hotel ini diantaranya:
- Lokasi yang dipusat kota dan dekat kemana-mana
- Harganya lumayan terjangkau
- Ada pantry-nya
- Termasuk disediain sarapan (walaupun kata Akang yg bs dimakannya cuma susu & sereal karna makanan mengandung babi byk dihidangkan di breakfast meal-nya)
- Bathroom di dalam
- Dekat sm Oxford street & Marble Arch utk belanja
- 3 menit jalan kaki ke Hyde Park yakni taman utk bersantai, sepedaan (siapa juga yg bawa sepeda ke Inggris?bawa seli-sepeda lipet kali ya), dll.
- Deket stasiun kereta api (London Tube), rute bus, heathrow Express & Air Bus Link ke Heathrow Airport
- Dekat sm makanan malaysia dll

Beberapa kelemahannya:
- liftnya yang agak payah
- bathroomnya cuma shower jadi gak bisa berendam
- Tempat tidurnya (tadinya dikirain king size tp ternyata kagak)

Untuk keperluan komunikasi, kali ini kami betul-betul mengambil pahe alias paket hemat, dalam artian lebih mengandalkan sarana internet (e-mail, chatting) untuk bertukar informasi. So far sih lancar-lancar saja dan perbedaan waktu antara Bandung dengan London yang sekitar 6 jam bukan kendala bagi kami.
Ingin tau beberapa e-mail yg non-private yg biasa dilayangkan? boleh-boleh...kali ini saya ingin berbagi beberapa diantaranya untuk para sahabat semua. Ketika transit di Dubai (penerbangan Kang Ahmad mengambil rute Jakarta - Dubai - London), Akang melayangkan e-mail seperti berikut:

Tips & saran yang diberikan Kang Ahmad untuk sahabat yang akan ke London:
- Booking hotel jauh-jauh hari sebelum datang.
Biasanya booking on-line lebih murah dibandingkan harga langsung di tempat.
- Menitipkan koper di hotel
Jika datangnya pagi, bisa menitipkan barang/ koper di front office sampai jam check-in. Biasanya hotel-hotel tersebut agak ketat dengan jam check-in dan check-out. Begitu juga ketika hari kita akan check-out, jika sahabat masih ingin berkeliling kota dulu sebelum naik bus/ kereta ke bandara, pagi-pagi bisa check-out dulu dan menitipkan koper di front office. Jadi sahabat tidak perlu berat-berat membawa koper sambil keliling kota.
- Makanan halal
Jika hotel tempat sahabat menginap ada dapurnya, bisa mencotoh gaya hidup Kang Ahmad selama 6 hari di London. Belanja telur, roti, buah2an utk keperluan makan, mentega. Rebus atau goreng telor utk bikin roti isi, perbanyak makan buah-buah utk mengganjal perut. Buah seperti naktarin, strawberry, cherry, anggur, dll yang jarang2 kita temui di tanah air. Apalagi saat bulan Juni-July ini masih musim semi yang berlimpah dengan buah2an. Restoran makanan halal juga byk ditemui di London sehingga jangan kawatir mencari makanan.
- Minum air yang banyak, apalagi summer ...

Insya Allah, hari jum'at ini, jam 5 PM (waktu London), Kang Ahmad akan bertolak dari London ke Dubai dan melanjutkan perjalanan ke tanah air. Mohon doa dari sahabat semua agar Kang Ahmad lancar dan selamat sampai ke tanah air.



Blog EntryMay 28, '10 5:31 PM
for everyone

Berawal dari chatting dengan seorang kenalan di FB, akhirnya membuat saya jadi menimbang-nimbang untuk mendatangai klinik perawatan muka "Erha Clinic" yang berlokasi di Jl. Cimanuk Bandung. Saat itu bulan Februari 2009, lebih dari setahun yang lalu. Keluhan saya kenapa sampai harus kesana? gak ada juga sih selain pengen konsultasi tentang kulit wajah ke dokter kulit dan ingin menjalani perawatan yang lebih terarah. Sebelumnya saya sudah bertahun-tahun menggunakan krim muka dari salah satu merk dan memang tidak ada keluhan juga kecuali bahwa jika berkeringat maka bedak saya akan berubah karena, krim pelembab yang saya bubuhkan di bawah bedak yang saya taburkan di atasnya. Biasanya saya rutin facial ke salon langganan sekitar 2 bulanan atau lebih...eh itu gak rutin kali ya..
Nah semenjak mulai konsul dan menggunakan krim muka di Erhaclinic, komentar yang bisa saya berikan....highly recomended....
Krim apa saja yang saya gunakan? Semuanya mengikuti program yang telah disusun oleh dokter di klinik. Krim yang biasa saya gunakan terdiri dari:
1. Pelembab (dasar)
2 Krim mata
3. Tabis surya
4. Krim pelembab bibir
5. Krim malam utk muka & leher
6. Sabun cuci muka
7. Home peeling (utk pengelupasan kulit di rumah) ada 2 cream
8. Masker muka (1x sebulan setelah facial)
9. Handbody
10. Krim anti acne jika berjerawat

Banyak juga ya....tapi tidak semua krim tersebut harus dibeli sebulan sekali, karna ada yang bertahan lama dan ada yang habis dalam sebulan. Biasanya yang habis dalam sebulan adalah krim pelembab dan krim ini temasuk yang harus dibeli dengan resep dokter. Untuk nomor 2 , 3, 4, dan  7 bisa dibeli bebas di apotik klinik.

Pengalaman menggunakan krim muka dari Erhaclinic yang paling diuji yakni ketika saya menunaikan ibadah haji tahun 2009 yang lalu. Alhamdulillah tidak ada masalah apapun selama prosesi dengan kondisi cuaca yang cukup panas -/+ 36 derajat dan kegiatan yang banyak di bawah panas matahari. Seperti tawaf di tengah hari dll. Sebelum berangkat haji saya konsultasi ke dokter di Erhaclinic dan menceritakan tentang rencana perjalanan ke Arab, yang jelas berbeda cuaca dan iklimnya dengan kota Bandung. Krim untuk sehari-hari yang saya gunakan diganti untuk krim yang sesuai dengan daerah sana.

Berapa biaya untuk belanja krim dan perawatan muka setiap bulan?wah itu sangat relatif sekali tergantung kebutuhan akan krim. Biasanya sekarang ini saya dibekali resep dari dokter yang cukup untuk memenuhi keperluan krim (pelembab) sampai 2 bulan, bahkan untuk krim yang lain bisa lebih lama lagi. Yang jelas sekarang ini saya tidak menggunakan bedak tabur lagi setelah pelembab dan tabir surya. Cukup dioleskan krim-krim saja. Cukup praktis bukan?







Blog EntryMay 28, '10 11:47 AM
for everyone

Foto jepretan rekan Taufik Zamzami ketika acara Fun Bike Hut Sekar Telkom, di samping Gedung Asia Afrika

Sahabatku, semenjak bulan Pebruari 2010 yg lalu saya membeli sebuah seli (sepeda lipat) merek Wim Cycle berwarna hitam. Kebetulan waktu itu ada lima orang teman sekantor yang juga berniat membeli bareng, alhasil kami mendapatkan discount sekitar Rp 200 ribu lebih murah. Semenjak membeli sepeda seli ini, hobi bersepedaku kembali bangkit. Aku sempat mengikuti kegiatan Fun Bike yang diselenggarakan kantorku bahkan sudah sering aku menjajal Bike to Work (B2W) dari rumah di daerah Turangga - Bdg menuju kantorku yang berada di daerah Gegerkalong Hilir - Bdg. Ternyata bersepeda itu seru, menyehatkan, dan membantu membakar kalori.
Foto dari Pak Joni Handoyo pd acara Fun Bike bersama teman-teman

Berkat bersepeda program pelangsingan badan cukup terbantu, tp ya harap maklum soalnya sayajuga masih belum bisa menghindari godaan dari makanan yg lezat-lezat. Yach yang penting seimbang deh :-)
Saya juga sempat mengikuti teman-teman RDC Biker Community di kantor untuk bersepeda di hari jum'at pagi di area gegerkalong hilir sampai ke KPAD menuju Pak Wiseto, salah seorang rekan kantor. Enaknya di rumah Pak Wiseto sudah disediakan gorengan dan teh manis hangat. Big thanks to Pak Wiseto & family.

Dari kiri-kanan : P.Hadi, P.Rudi, DAN, P. Bengris, Pakde Joni, P.Wiseto, Saya, Bu Mira, Pak Stevanus, P.Gatot, P.Rachmat.  Sepeda Pak Joni 'mesra' sekali dengan sepeda Pak Wiseto...kenalan sama-sama sepeda 'baru'.

Berpose sejenak setelah sampai di Rumah Pak Wiseto


Dari kiri ke kanan: Retno, Saya, dan Bu Mira mejeng dulu di depan kantor sebelum meluncur ke  Rumah Pak Wiseto

Dari kiri ke kanan: Saya,Mbak Patty, Dewi, dan Retno

Blog EntryMay 28, '10 11:39 AM
for everyone
Hiking ke Curug Malela ini saya lakukan bersama-sama dengan rekan-rekan kantor pada tanggal 6 Pebruari 2010 dan baru sekarang sempat saya tuliskan. Suatu perjalanan yang mengesankan akan keindahan alam ciptaan Tuhan serta indahnya  pertemanan.

Pada mulanya saya diajak oleh rekan-rekan wanita untuk mengikuti hiking yang di-'arrange' oleh kaum pria di kantor ke Curug Malela. Dalam benak saya Curug Malela masih berada di area Bandung, tidak jauh dari Cimahi. Maka dengan penuh semangat saya pun mengiyakan ajakan teman-teman saya tersebut. Ternyata oh ternyata, bukan saya saja yang salah sangka, hampir sebagian besar rekan wanita yang berangkat juga tidak membayangkan bahwa untuk mencapai Curug Malela, kami harus naik mobil sekitar 4 jam-an dari Bandung menuju Cimahi dan seterusnya melewati Leuwi Gajah,  Cililin, Sindang kerta, Bunijaya, Gunung Halu dan melewati perkebunan teh sebelum mencapai tujuan akhir di Kampung Magli Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat yang berbatasan dengan daerah Cianjur.

Foto koleksi rekan Dian Agung Nugroho yg biasa dipanggil DAN, ketika para surveyor berhasil sampai di Curug Malela


Sebelum keberangkatan saya dan rekan hari Sabtu itu, sebetulnya sudah ada tim survey yang pergi ke Curug Malela dan mereka sudah mempublikasikan foto-foto hasil jepretannya disana. Sungguh indah dan bikin kita-kita jadi pengen kesana. Satu lagi kesalahan saya, kurang teliti dan tidak sempat membaca liputan tentang lokasi Curug Malela dari situs-situs di internet sebelumnya sehingga saya termasuk yg minim bekal informasi ketika rombongan kami akan berangkat. Salah satu kesalahan terbesar yg saya lakukan yakni menggunakan sepatu olah raga jogging untuk hiking ke area Curug Malela, apalagi saat itu masih musim hujan, yang nota bene jalanan di area Curug akan licin. Alhasil, sepatu tsb menyulitkan saya ketika harus menuruni jalan setapak ke arah Curug dalam kondisi cuaca hujan. Satu lagi keapesan saya, tapak sepatu sport saya copot sebelah...halah.... untungnya terjadi di perjalanan menanjak dari Curug ke arah pos perhentian. Sol yang copot tersebut untungnya lagi lapisan terluar dari alas sepatu, sehingga masih ada lapisan dalamnya yang melindungan dasar sepatu saya.

Setelah berkunjung ke Curug Malela, akhirnya sayapun mengumpulkan beberapa referensi dari situs-situs yang menulis tentang curug Malela seperti situs Sdr http://blog.fitb.itb.ac.id/BBrahmantyo/?p=56,  http://echinodermata.multiply.com/journal/item/28/Curug_Malela_Keindahan_ditengah_Kesunyian, dll. Hasil pencarian di Om Google dengan mengetikkan key word : Curug Malela, didapat 6360 jejak yang cocok. Cukup banyak bukan?


Beberapa informasi yang dapat dirangkum yakni hulu Curug Malela berasal dari sungai Cidadap melewati kota-kota kecamatan yang cukup padat, seperti Gununghalu dan Bunijaya. Ketika saya berkunjung ke Curug Malela sedang turun hujan sehingga airnya cukup keruh, berbeda dengan hasil foto rekan DAN sebelumnya yang berwarna bening. Duh sayangnya....tapi hikmahnya, perjalanan dalam hujan juga memberikan pengalaman yang tak terlupakan.

Kondisi Curug Malela Ketika Saya Berkunjung
Karena jauhnya perjalanan yang harus ditempuh untuk sampai ke Curug Malela, maka saya dan rombongan sepakat untuk berkumpul di kantor jam 6 pagi. Sungguh pagi-pagi sekali saya sudah bertolak dari rumah agar bisa mengejar jam 6, ternyata saya masih orang kedua yang datang di area kantor. Orang yang paling pagi datang, siapa lagi kalau bukan pimpinan kantor saya, yang memang sangat terbiasa datang pagi-pagi sekali ke kantor setiap hari. Bayangkan...setiap hari jam 6.30 pagi beliau sudah sampai di kantor, jika tidak ada kegiatan ke luar kota tentunya. Salut deh pokoknya ....saya lihat kebiasaan itu beliau lakukan semenjak pertama kali saya masuk kantor 13 tahun yang lalu, kalau ditanya alasan beliau kenapa selalu datang pagi ke kantor, salah satu diantaranya karena setiap pagi beliau ini mengantarkan istrinya mengajar ke sekolah serta mengantar anak-anaknya.

Sepanjang perjalanan menuju kampung Magli Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, banyak pemandangan indah yang bisa dilihat seperti perkebunan Teh Rongga.
 Hasil jepretan rekan Samudra di sekitar Perkebunan Teh Rongga

Kondisi jalanan menuju Desa Cicadas

Jalan yang kami lewati menuju kesana tidak besar dan seringkali aspalnya tidak mulus, berlubang, dan berbatu-batu, hanya cukup dilalui oleh kendaraan pribadi ukuran kecil spt Avanza, minibus, dll (lebih disarankan jika menggunakan kendaraan off road). Banyak jalanan berkelok dan pemandangan indah yang akan kita temui sepanjang jalan. Melewati waduk Saguling, perbukitan dan perkebunan, jadi perjalanan tidak membosankan.
 
Waduk Saguling ketika kami berhenti makan di Pinggir Waduk dlm perjalanan Pulang dr Curug Malela
Jam sudah menunjukkan waktu sekitar jam 10. 30 ketika saya dan rombongan sampai di desa Cicadas, dimana mobil rombongan harus diparkir di depan SD karena tidak dapat dibawa naik menanjak untuk sampai ke  Pos-1 menuju Curug Malela karena kondisi jalan yang tidak beraspal dan rusak parah. Dari depan SD ini rombongan saya yang perempuan disarankan menggunakan kendaraan ojeg motor untuk sampai ke Pos-1. Para laki-laki berjalan kaki mulai menapaki jalanan menanjak. Ternyata pengalaman berojeg di jalanan menanjak ini cukup mencekam karena kondisi jalanan dengan sebelah kanan atau kiri jalannya terdapat jurang yang curam dan jalan yg berlubang dan licin...ternyata Mas & Mang Ojeg tersebut cukup ahli mengendalikan kendaraannya di medan seburuk itu, sehingga kami dapat sampai di Pos-1 dalam waktu 30 menit.
Baru mau naik ojeg.....tarik Mang.....
Dari kiri ke kanan: Saya, di belakang ada Pak Mus, Bu Tuti, dan Mas Ojeg yg masih muda (foto dari Elfri)

Sambil menunggu para prianya datang, kami pun berfoto ria dan kemudian rekan yang menggunakan mobil off road, Pak Joni dan Istri, ikut bergabung di Pos-1 dengan mengendarai mobilnya.....heubat deh.....mengingat kondisi jalan yang rusak berat, licin, dan menanjak.

Foto-foto di Pos-1 sebelum turun ke jalan setapak menuju Curug (foto hasil jepretan Pak Joni & Usi)
Dari Pos-1 ini masih memerlukan kesabaran untuk sampai ke Curug Malela melewati jalan setapak yang menurun jalan setapak terjal dengan beberapa lereng hampir 70 derajat dan pos- pos perhentian. Waktu tempuh agak sulit diprediksi karena di setiap pos, saya dan rombongan menunggu rekan lainnya yang berjalan di belakang. Alhasil setiap perhentian pasti deh foto-foto mengabadikan keindahan alamnya.
Kondisi Jalan Setapak Menurun yang dilewati (foto hasil jepretan Samudra)

Berfoto sejenak di Pos-3 masih jauh jalan menuju Curug (foto jepretan Pak Joni dari kamera Pak Mus)
Selain banyak berhenti saya juga akhirnya loss counting, lupa itungan, dah berapa pos perhentian dilewati. Yang paling penting dibawa selain jas hujan untuk berjaga-jaga bilaman hujan turun, makanan ringan/ lunch box, minuman, tongkat untuk membantu selama menuruni dan menaiki jalan yang terjal juga perlu. Syukurlah Mang Guide membantu membuatkan tongkat dari pelepah pohon nira dan kayu-kayu di sekitar. Untuk makanan, ada pos perhentian berupa warung yang merupakan warung satu-satunya di area Curug dan berjualan makanan seperti Mie rebus/ goreng, kopi, teh, dll dengan harga yang tidak terlalu mahal (jika melihat medannya saya tadinya menyangka harga disana bakalan melonjak mahal).

Tidak semua rombongan melanjutkan perjalanan ke Curug mengingat curam dan terjalnya jalan setapak yang dituruni, sehingga pastinya nanti ketika kembali pulang membutuhkan tenaga dan effort yang cukup berat. Bagi rekan yang tidak ikut, bisa menunggu di pos sekaligus warung ini.


Perjalanan pun berlanjut dengan menyeberangi sebuah sungai kecil yang cukup dalam. Yang menyeramkannya, jembatannya terbuat dari beberapa batang bambu yang digabungkan dan tanpa pegangan sama sekali. Saya sendiri perlu dibantu Mang Guide untuk menyeberangi jembatan ini. Bahkan ketika pulang kembali ke pos / warung, saya nyaris terjungkal ke dalam sungai, jika tidak mengikuti panduan dari rekan Samudra yang memberikan support dengan sedikit syok & panik.

Jembatan bambu yang membuat saya nyaris terjun ke sungai kecil di bawahnya. Pak Rizki dengan prinsip yang penting selamat, mencoba meniti jembatan dengan gaya unik (foto dari rekan Samudra)

Saya ketika berangkat ke Curug sedang menyeberangi jembatan bambu dengan dibantu oleh Mang Guide (foto Elfri)
Pemandangan jembatan bambu dari atas  (foto Samudra)


Setelah sampai di Curug Malela (foto dr kamera Samudra)
Setelah puas memandangi Curug Malela yang airnya sedang keruh karena hulu sungai Cidadap sedang banjir maka rombongan saya pun kembali ke pos/ warung dimana sebagian dari rombongan menunggu. Sesampai di warung, mie rebus dan kopi/teh panas pun segera dipesan untuk mengisi perut kami. Sebetulnya rombongan saya membawa bekal nasi bakar & lauk di dalam box. Akan tetapi dalam kondisi hujan, dingin, dan baju basah begini siapa yang bisa menolak wanginya mie rebus dan kopi?

Menunggu mie rebus dimasak (foto dr kamera Pak Mus)
Perjalanan kembali ke Pos-1 merupakan perjuangan tersendiri di tengah hujan deras yang turun. Syukurlah semuanya bisa dilalui dengan lancar, bahkan saya sempat menemani salah seorang rekan wanita yang ingin buang air kecil, akan tetapi di lokasi jalan setapan dari dan area Curug Malela sulit ditemukan toilet umum, maka sarung yg dibekalpun dijadikan tameng untuk menutupi rekan yang berjongkok untuk buang air :-) Pesan untuk yang akan berkunjung ke Curug Malela, jangan lupa bawa tissue bawah, plastik kresek untuk menyimpan sampah, sarung utk kejadian 'accidential" spt yang saya ceritakan, jas hujan, topi, baju ganti.

Ada insident yang menguras tenaga para pria di rombongan saya ketika kami akan bertolak dari pos-1. Saya dan rombongan wanita saat itu bersiap-siap berjalan kaki ke arah bukit dimana tukang ojeg yang sebelumnya membawa kami telah menunggu. Di tengah gerimis, ternyata mobil off-road Pak Joni macet dan terjebak ke dalam lubang di jalan yang penuh lumpur. Alhasil semua pria di rombongan bahu membahu menyingsingkan lengan untuk mendorong dan menarik dengan ikatan tali dari bambu muda. Berkat kerjasama para pria dan penduduk setempat plus Mang Ojek akhirnya mobil Pak Joni berhasil dikeluarkand dari lubang berlumpur tersebut.
Mengeluarkan mobil dari lubang di jalanan berlumpur (foto dr kamera Elfri)

Nah setelah sampai kembali di lokasi parkir mobil (di depan SD), maka kami pun bergegas menumpang mandi di rumah penduduk sekitar. Alhamdulillah saat itu sedang musim hujan sehingga kamar mandi di rumah tsb penuh dengan stok air, kebayang kan kalau musim kemarau.

Setelah semua anggota rombongan selesai mandi, ganti baju, sholat, dll akhirnya sekitar jam 14 sore rombongan saya bertolak ke arah Bandung.
Di perjalanan pulang, kami memutuskan untuk berhenti makan di rumah makan yang berada di pinggir waduk Saguling. Pemandangan sebelum terbenamnya matahari, makanan ikan bakar yg segar dari Keramba di Waduk, nasi liwet, dan kebersamaan semakin menambah nikmatnya makan malam kali itu.


Indahnya kebersamaan....

Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah SWT .....pada tanggal 16 Desember 2009 akhirnya saya dan suami sampai kembali di tanah air. Rindu tak terhingga terasa di dada kepada keluarga yg ditinggalkan di tanah air, akan tetapi berbeda dengan kepulangan dari perjalanan ke luar negeri yang lain, kepulangan kali ini juga terasa berat sekali bagi saya, suami, rombongan kami, bahkan mungkin bagi jamaah haji pada umumnya. Berat sekali menyadari bahwa kami akan meninggalkan tanah suci yg sudah kami huni selama 42 hari ini. Setiap hari menjelang kepulangan terasa menyesakkan, di satu sisi rindu kpd keluarga di tanah air , namun di sisi yg lain enggan sekali rasanya meninggalkan tanah suci. Subhanallah ....mungkin inilah sebabnya banyak sekali antrian pendaftar untuk berangkat ke tanah suci, karena keinginan utk kembali kesana selalu ada dan ingin dipenuhi oleh semua umat Islam baik yg sudah pernah berkunjung, maupun untuk kunjungan yg pertama kali. Hal ini juga yang mungkin yg menyebabkan antrian pengurusan visa umroh juga sangat panjang, bahkan di hari-hari ramadhan sekalipun. Ternyata puncak harga termahal penginapan di tanah suci, terjadi di bulan ramadhan bahkan melebihi harga kamar di musim-musim haji.
Semoga semua amalan kami selama di tanah suci diterima Allah SWT, semua doa yg dipanjatkan diterima & dikabulkan Allah SWT dengan caranya masing-masing, semua bekal napak tilas selama di tanah suci dapat kami amalkan dan pelihara nantinya di dalam kehidupan kami sehari-hari, Semoga kami dpt menjadi haji & hajjah yg mabrur .....Amin ya Rabbal'alamin....
Kepada semua pembaca, pengunjung, dan teman-teman di mana saja berada ....saya mengucapkan terimakasih atas semua perhatian, doa, dan greeting yg telah disampaikan...Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan rekan-rekan/sahabat dan menjadikan catatan amal kebaikan bg sahabat semua....
Insya Allah, saya akan menuliskan pengalaman selama di tanah suci ke dalam bentuk tulisan, sehingga dapat dibaca oleh sahabat semua...
Mdh2an....sharing tsb dapat diambil hikmahnya dan jika ada kekurangannya, mohon utk dimaafkan ,...
Kritik & saran yg membangun sangatlah kami nantikan...
Wass,

NoteMyspace Comments, Glitter Graphics at GlitterYourWay.com
   
bloomgalery wrote on Nov 9, '11
Numpang Promo
Kaldu Alsultan NON MSG
rasa Ayam dan Sapi @15.000
Reseler welcome banget
Independent Marketing Alsultan
kontak : 0821 2353 4583
2ndtonone wrote on Apr 28, '10
halo, permisi numpang promo..
mampir ya sis, dilihat dulu koleksi pribadiku, dress, sepatu, tas, kemeja, barang2 unik, perlengkapan baby, mostly second stuff, ada juga yang belum pernah dipakai so it's like new !

baru upload : kebaya / blouse formil yang simple>>
http://2ndtonone.multiply.com/photos/album/39/Kebaya_-_Kebaya_Second_and_Very_Special

Sneakers "converse" size 39 dan Sling heels "everbest" size 39>>
http://2ndtonone.multiply.com/photos/album/34/Heels_Sneakers_Pumps#photo=4

vintage dress, halter dress, spandex dress>>
http://2ndtonone.multiply.com/photos/album/33/All_Dresses_Rp._65.000_-_SMS_aja_08788_42_970_42#photo=11

preloved accessories : kalung, gelang, anting, jepit rambut>>
http://2ndtonone.multiply.com/photos/album/31/Preloved_Accessories

dan masih banyak lagi, so dilihat dulu yah, siapa tau cocok di hati
jangan lupa "add" me as your friend / contact 

cheers ^____^
rena ; 2ndtonone.multiply.com

nonatupperware wrote on Apr 12, '10
Halo sistaa...
Mampir ya ke tempatku...
ada TUPPERWARE ASLI dgn HARGA DISKON !!
banyak yg hemat di situ...
soo...cekidot yuaa... ^__^
muslimahwarnawarni wrote on Mar 13, '10
Hai Sist....
Mampir yuuuk ke MUSLIMAHWARNAWARNI
Ada :

- Lulur Kecantikan Alami
- Gamis Sulam Bordir Anggun &Cantik
- Meneriman Jasa Aneka SULAM, BORDIR, & PAYET ,Halus & Rapi... Di Jilbab, Kain, Baju, Taplak Meja, Dll.............. Grosir & Eceran
- Sarung Berkualitas Anggun & Cantik
- Madu Import Asli.."Madu Kashmir"
- dll

Ditunggu....(^_^ )
Pages:1234